Kamis, 27 Juni 2013

Teori pembentukan bumi

1. Black Hole Theory
a.   http://www.youtube.com/watch?v=MDrY4g522q8 (mohon maaf ketika ditautkan ada keterangan video 
      tidak ditemukan)
b.   http://www.youtube.com/watch?v=1dETejWqeBs (mohon maaf ketika ditautkan ada keterangan video 
      tidak ditemukan)
c.  http://www.youtube.com/watch?v=1B3MCU1VxWI&list=PLDB84B1998026A346 (dengan telescope  
     hubble....sepertinya bukan rekayasa)
     
Sebuah hal yang wajar dijelaskan jikalau berpendapat dahulunya alam semesta itu tetap dan tidak berproses. Bahkan sebelum berkembangnya teknologi dan masih dibatasi inderawi membuat sebuah dugaan dan bahkan diambil sebagai kepercayaan akan bentuk bumi, namun bintang, matahari dan bulan mengundag pertanyaan dan sudah menjadi kecenderungan manusia untuk mempelajari tata aturan atau hubungan (assosiasi) dari alam semesta itu sendiri.

Seiring dengan semakin berkembangnya penginderaan jarak jauh, telah mampu membuka sebuah cakrawala baru mengenai alam semesta ini dan berpendapat bahwa alam semesta ini tidak tetap melainkan mengalami pengembangan apalagi sejak ditemukan sebuah lubang hitam. Walauun efek dari ledakan black hole tidak sampai ke bumi, namun para fisikawan merasa tertarik dengan hukum-hukum fisika bumi yang berlaku di luar angkasa. Sehingga menjadi maklum jika para astronom dan fisikawan sangat tertarik akan luar angkasa.

Hukum fisika apa yang berlaku di ruang angkasa ? apakah radiasi di bumi akan sama radiasi di ruang hampa udara ? dan apakah ganya dibatasi ruang hampa udara, gaya grafitasi atau mungkin ada hukum fisika lainnya. Hukum fisika dan fenomena fisika tentu akan terus berkesinambungan.

Upaya Stephen Hawkins yang mencoba merumuskan secara matematis fisika dan saya kurang tahu apakah reaksi kimia juga diikutkan, telah diikuti oleh banyak ilmuwan tentunya. Bahkan beliau mendapatkan hadiah nobel untuk teorinya tersebut.

Setiap fenomena, maka ilmuwan akan berusaha merumuskan dengan hukum2 fisika yang dikuasainya untuk menjelaskan sehingga suatu fenomena akan menjadi ilmiah pada akhirnya.

Terlepas dari hal itu semua, bumi adalah bagian kecil dari alam semesta, namun tidak bisa diremehkan karena arti pentingnya bagi manusia. Sebuah pemikiran mengenai, apakah masih ada planet lain yang terbentuk menyerupai bumi secara cosmos sehingga termungkinkan terdapatnya kehidupan tentu hal yang wajar dan terus dilakukan penelitian untuk membuktikannya. Kemampuan melihat secara visual ternyata juga belum mampu membuktikan keberadaan kehidupan di luar angkasa dan ternyata terakhir masih menisbahkan kepada warna dari planet yang mirip2 dengan bumi.

Namun tentunya kita tidak bisa melepaskan teori fatamorgana, apakah planet tersebut bisa ditempati, atau planet tersebut hanyalah fatamorgana. Tentu ini adalah tantangan bagi para fisikawan, astronomi dan seterusnya.

Studi bumi tentu harus membatasi diri di titik bumi yang tentunya tidak mengabaikan postulat2 ilmiah mengenai alam semesta karena bumi merupakan bagian dari alam semesta. Akan tetapi yang paling penting adalah bumi untuk keberlangsungan makhluk hidup terutama manusia untuk mampu bersama-sama memanfaatkan bumi sebaik-baiknya dan menjaganya untuk keberlangsungan untuk waktu yang tentunya ada yang mengakhiri karena kita sebagai materi tidak mampu untuk melawan "tua" dan mati. Jikalau alam semesta ini tidak berakhir, kita akan terlebih dahulu mati. Untuk keyakinan saya, kiamat adalah sebuah hal yang pasti terjadi seperti sebuah keyakinan bahwa alam semesta ini berkembang yang tentunya bisa saja meledak karena kita belum bisa menemukan batas alam semesta ini. Bisa saja sebuah seperti balon udara "namun berisi galaksi-galaksi tanpa udara" yang bisa jadi dikelilingi udara disekitarnya dan terdapat planet yang sangat besar disampingnya......atau mungkin ternyata semua disangga oleh pohon yang besar dan ternyata buahnya itu bisa meledak dan seterusnya...ha ha ha....(bercanda biar gak tegang......)

Latar Belakang

Blog ini adalah bentuk keingintahuan berdasarkan kajian Ilmiah dan berusaha seminimal mungkin untuk terhindar dari asumsi, namun perlu juga sebagai pembanding.

Bumi yang sepertinya sudah titik akhir untuk dipelajari ternyata masih merupakan sebuah misteri bagi ilmu pengetahuan. Ketidakmampuan untuk mengindera sampai ke titik inti bumi ternyata masih memberikan sejumlah teka-teki yang harus dipecahkan.

Cara yang saya pakai untuk mempelajari adalah menggunakan media sosial yaitu youtube, sharing, serach engine (google yang familiar dan  mungkin menggunakan serach engine yang lain)

Memang kendala yang dihadapi ketika menggunakan youtube adalah seringnya informasi itu tidak sebenarnya namun berupa animasi murni dan ada yang memang sangat dipengaruhi kaidah2 rasional, namun ada yang memang faktual yakni divisualisasikan secara langsung, Hal ini juga terdapat pada blogspot, bahkan situs resmi baik pemerintah maupun swasta.

Artinya semua akan ditampung dalam page2.....dan bisa juga dihapus apabila tidak berkaitan atau menyimpang jauh atau hanya sebuah propaganda.

Walaupun demikian sebuah usaha kritis untuk mencoba menguji sebuah teori berdasar dasar rasional yang lebih bisa diterima harus bisa dihadirkan untuk meneguhkan atau meragukan sebuah teori...itu jika dirasa ada celah yang bisa dikritisi. Akan lebih baik jika para pembaca blog ini mau berbagi pengetahuan yang belum saya miliki ataupun dasar rasionalitas lain yang lebih acceptable.

Tentu awal untuk pembahasan mengenai masalah bumi mengenai sejarah dan teori-teori pembentukan bumi.